Ustadz Farhat UmarSebagaimana pada pembahasan sebelumnya diantara musibah ada yang merupakan ujian dari Allah swt, ada yang merupakan rahmat dari Allah swt, dan ada pula yang merupakan azab yang diberikan Allah swt karena kesalahan dan dosa hamba.

Kategori yang pertama semata mata terjadi karena Qodho' dari Allah swt. yang bertujuan menguji hamba atas pengakuan imannya atau menguji hamba atas niatnya menginginkan surganya Allah swt. Untuk menghadapi musibah kategori yang pertama ini Allah swt pesannya agar hamba menghadapinya dengan sabar.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-arang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun"."(QS. 2 : 155-156)

Adapun musibah yang diberikan Allah swt atas hambanya untuk kategori pertama ini pasti berada dibawa kemampuan hamba tersebut untuk menanggungnya. Artinya Allah swt jaminkan bahwa musibah yang bersifat ujian tersebut tidak akan melebihi kapasitas kemampuan hamba. Dalam hal ini Allah swt berfirman :

"Loa yukallifullahu no/son ilia wus'aha" ("Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.") (QS. 2 :286)

Sedangkan musibah kategori yang kedua yang merupakan rahmat dari Allah swt juga terjadi atas kehendak Allah swt semata bukan karena kesalahan hamba, akan tetapi dapat dikurangi dengan banyak beramal sholeh, walaupun tetap saja banyak hal dari karunia Allah swt kepada hambaNya yang tidak mungkin diimbangi oleh amal sholeh hamba. Berbagai amal sholeh seperti sholat baik fardhu maupun sunnah, seperti tahajjud, puasa ,'zakat, haji, menuntut ilmu agama, sedekah, silaturahmi, berbakti kepada orang tua, menolong orang yang membutuhkan, menutupi aib saudara muslim, berda'wah, berbuat baik kepada keluarga dan kerabat, serta amal sholeh lainnya.

Selain memperbanyak amal sholeh, tentu kesabaran menghadapinya bila musibah semacam ini terjadi merupakan sikap utama yang harus dilakukan hamba. Allah swt berfirman :

"Boleh jadi sesuatu yang kamu tidak sukai adalah baik bagimu, dan boleh jadi pula yang kamu sukai adalah buruk bagimu. Allah lebih mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. 2:216)

Untuk musibah kategori kedua inipun Allah swt akan memberikannya kepada hamba yang dikehendakl dengan sifat tidak akan melebihi kemampuan hamba.

Sedangkan untuk musibah kategori yang ketiga, yaitu musibah yang berupa azab dari Allah swt atas kesalahan dan dosa hamba, tentu bukan musibah yang bersifat tidak melebihi kemampuan hamba. Musibah jenis ini mungkin saja dapat menghancurkan hamba yang menerimanya, karena rnemang sifat musibah ini merupakan hukuman terhadap hamba yang berdosa. Oleh karenanya kita sebagai hamba berupaya menghindarkan diri dari musibah jenis ini.

Adapun cara kita menghindarkan dirinya adalah dengan mengurangi berbuat dosa dan berupaya menghilangkan dosa-dosa yang yang telah dilakukannya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan yang diajarkan oleh al'qur'an dan sunnah nabi saw, antara lain :

Berupaya untuk menghindarkan diri dari berbuat dosa

  1. Senantiasa memohon ampunan atas kesalahan dan dosa kepada Allah swt
  2. Senantiasa bersyukur atas nikmat  yang diterima, minimal banyak mengucapkan "Alhamdulillah"
  3. Memperbanyak membaca salawat untuk Nabi saw
  4. Banyak bersedekah
  5. Memperbanyak dzikir kepada Allah swt
  6. Berupaya peduli pada da'wah dan beramar ma'ruf nahi munkar. (FU)

(Materi Kajian ini disampaikan pada Pengajian Rutin Alumni Jamaah Haji Thayiba 2011 pada Minggu, 01 Maret 2012 di Wisma Thayiba Pejaten).