Jakarta (Sinhat)--Sejak tahun 2013 pemerintah Arab Saudi telah melaksanakan proyek perluasan mathaf (tempat thawaf) di Masjidil Haram. Yang awalnya per jam hanya dapat memuat 48 ribu jamaah namun dengan proyek perluasan itu kapasitas mathaf bertambah menjadi per jam bisa menampung 105 ribu jemaah.

“Dampak perluasan ini banyak gedung-gedung di sekitar Masjidil Haram yang dirobohkan sehingga pemerintah Indonesia tidak mudah mendapatkan pemondokan jemaah haji yang layak serta dekat dengan Masjidil Haram,” beber Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jum’at siang (31/07/2015).

Lanjut dia, demikian juga dengan kondisi di Madinah. “Hotel-hotel di wilayah Markaziyah Syarqiyah nyaris sudah rata dengan tanah alias sudah dibongkar oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Belum lagi rencana pembongkaran 26 hotel di wilayah Markaziyah Syimaliyah. Alhamdulillah rencana itu tahun ini ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” terang Lukman.

Sementara itu, hotel-hotel baru belum banyak yang dibangun. “Dengan begitu, tingkat persaingan antar pemerintah yang ingin mendapatkan hotel yang layak dan dekat dengan Masjid Nabawi untuk dipakai jamaahnya semakin sengit. Walau demikian tim pemodokan tetap berusaha dengan segala cara mencari dan melobi pemilik hotel sehingga jamaah haji Indonesia bisa mendapat pemondokan yang layak sesuai harapan kita,” tukas Lukman. (Rio/ar/ha)

Sumber : http://haji.kemenag.go.id