Link Situs

Kementerian Agama RI

Web Haji Kementerian Agama RI

Kementerian Haji Saudi Arabia

Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI

/dirjen phu luruskan berita hoaks seputar haji dan umroh

Selasa , 10 Mar 2020, 05:13 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kebijakan penghentian sementara jamaah umroh oleh Pemerintah Arab Saudi terkait menyebarnya virus Corona berimbas pada penyelenggaraan ibadah umroh di dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah. Hal ini menimbulkan banyak informasi menyesatkan (hoax) yang beredar di masyarakat.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali mengambil kesempatan untuk meluruskan beberapa informasi hoaks yang menyesatkan bagi masyarakat. "Isu yang lagi santer saat ini mengenai wabah virus Corona yang berimbas pada pemberangkatan ibadah umroh karena beberapa waktu yang lalu Pemerintah Arab Saudi memberhentikan sementara visa umrah," ujar Nizar dalam keterangan yang didapat Republika, Selasa (10/3).

Kemudian informasi ini diberitakan oleh media bahwa penyelenggaraan ibadah umroh selama 2020 akan ditutup. Nizar menegaskan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dilakukan demi keselamatan umat, tetapi tidak sepenuhnya benar. Saat ini Ka’bah sudah dibuka kembali dan dapat dipastikan sebentar lagi akan dibuka untuk ibadah umroh.

Bahkan, Nizar menyebut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap akan diselenggarakan. Menurutnya, saat ini tim persiapan penyelenggaraan ibadah haji sudah sebulan di Arab Saudi untuk menjalankan kontrak penginapan dan transportasi jamaah haji.

"Jadi tidak perlu khawatir, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilaksanakan, maka dari itu bapak dan ibu persiapkan segala sesuatunya terutama pengetahuan dan pemahaman dalam melaksanakan ibadah haji," lanjutnya.

Informasi lainnya mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji yang dikelola oleh BPKH. Dalam hitungan normalnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji sekitar Rp 69 juta per jamaah. Tetapi dengan adanya dana optimalisasi haji yang dikelola oleh BPKH, maka biaya tersebut hanya Rp 35 juta.

Ia menegaskan, dana tersebut masih ada dan tidak digunakan untuk infrastruktur negara seperti informasi hoaks yang berkembang saat ini. Berikutnya ia mengingatkan jamaah haji untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memahami proses pelaksanaan ibadah haji. Hal ini perlu dilakukan agar jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar.

Menutup arahannya, Nizar menginformasikan bahwa tahun ini jamaah haji Jawa barat diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Tetapi jamaah masih diinapkan di Asrama Haji Bekasi untuk proses akhir sterilisasi jamaah haji.

"Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 akan diterbangkan langsung menuju tanah suci dimulai pada tanggal 26 Juni 2020, jadi pada tanggal 25 Juni 2020 jemaah haji sudah masuk keembarkasi," ucap Nizar.

https://republika.co.id/berita/q6y5qs327/dirjen-phu-luruskan-berita-hoaks-seputar-haji-dan-umroh