Oleh : Ir. H. Farhat Umar, MSc.

Ustadz Farhat UmarSyirik adalah suatu kepercayaan, sikap atau perbuatan yang menyamakan atau menyekutukan Allah dengan sesuatu selain Dia dalam hal yang merupakan kekhususan-Nya. Seperti menyembah sesuatu selain menyembah Allah, berdoa memohon sesuatu kepada selain Allah, mengorbankan sesuatu (menyembelih kurban) untuk selain Allah dan sebagainya.

Kesyirikan berarti meletakkan peribatan tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, hal ini merupakan bentuk kedzaliman. Oleh karena itu syirik dinyatakan oleh Allah sebagai bentuk kedzaliman yang besar.

 

Artinya: “Sesungguhnya menyekutukan Allah (syirik) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. Lukman : 13

Oleh karena itu Allah SWT menggolongkan syirik sebagai perbuatan dosa yang tidak terampuni, jika seseorang yang meninggal itu tetap berada dalam kesyirikannya.

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. An-Nisa : 116.

Selain dengan tidak terampuninya dosa kesyirikan juga diharamkannya syurga bagi pelakunya. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun”. Al Maidah : 72

Kedzaliman menurut Ibnu Taimiyyah terdiri dari 3 (tiga) bentuk, yaitu:

  1. Kedzaliman syirik, kedzaliman ini merupakan kedzaliman yang besar termasuk dosa besar, yang tidak terampuni sebagaimana penjelasan ayat tersebut di atas.
  2. Kedzaliman terhadap orang lain, kedzaliman ini dapat berupa dosa besar seperti membunuh, mencuri, memperkosa, menganiaya dan lain sebagainya. Dapat pula berupa dosa kecil, seperti menggunjingkan orang lain, cemberut kepada sesama muslim dan lain sebagainya.
  3. Kedzaliman terhadap diri sendiri, kedzaliman ini juga ada yang tergolong dosa besar seperti menganiaya diri sendiri, bunuh diri, meninggalkan perintah Allah (sholat, puasa, haji dan sebagainya), ada pula yang tergolong dosa kecil seperti tidak suka membersihkan badan dari najis, rendah diri, bertato dan sebagainya.

Kedzaliman syirik itulah yang menyebabkan seseorang yang melakukannya hingga datang ajalnya  tetap dalam kesyirikan tersebut, maka ia dipastikan oleh ayat tersebut di atas sebagai penghuni neraka, karena walaupun ia mengaku muslim tetap saja dosa syirik itu akan tidak menolongnya dari siksa api neraka. Naudzubillahi min dzalika. Adapun dosa-dosa besar lainnya selain syirik baik dari kedzaliman terhadap orang lain maupun kedzaliman terhadap diri sendiri, kembali kepada Allah atas pengampunan-Nya, apakah Dia berkehendak akan mengampuni ataupun Dia berkehendak akan menyiksanya sampai waktu tertentu. Sedangkan dosa-dosa kecil, Dia janjikan ampunan bagi pelakunya dengan adanya amal kebajikan yang banyak mereka lakukan (periksa Q.S 4:31, 53:32, 11:114, 4:110, 16:119, 35:32).

Selain daripada itu bahwa kesyirikan merupakan pelenyap amal di sisi Allah dengan perkataan lain Allah SWT tidak memberikan atau mencatat amal perbuatan dari pelaku kesyirikan. Allah SWT berfirman :

Artinya: “Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. Al An’am : 88.

Artinya : “Sesungguhya telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu (Muhammad), jika kamu menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalanmu, dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. Az Zumar : 65.

Dengan akibat sebagaimana tersebut di atas, maka oleh karena itulah syirik merupakan dosa yang paling besar. Rasulullah SAW bersabda : “Maukah kalian aku beritakan tentang dosa yang paling besar? “Kami (sahabat) menjawab, ya, wahai Rasulullah!’beliau bersabda’ berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua”. (HR Bukhari dan Muslim).

Jenis syirik

Perbuatan syirik itu banyak macamnya, dan dari berbagai macam itu telah digolongkan oleh Nabi SAW menjadi 2 (dua) kategori, yaitu : Syirik besar dan Syirik kecil.

Syirik besar

Syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdoa kepada selain-Nya, atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nazar untuk selain Allah. Termasuk pula takut kepada sesuatu yang ghaib selain Allah. Mempercayai sesuatu yang ghaib dapat membuatnya sakit atau membahayakan baginya atau dapat memberikan kemanfaatan baginya. Allah berfirman :

Artinya : “Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata, mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” Yunus : 18.

Syirik besar merupakan dosa yang menyebabkan pelakunya kekal di neraka apabila hingga matinya ia tetap dalam kesyirikannya itu.

Adapun beberapa macam perbuatan yang tergolong syirik besar, adalah :

1.  Syirik do’a, yaitu perbuatan berdo’a kepada yang lain selain dia berdo’a kepada Allah.

Allah SWT berfirman :

“Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka kembali menyekutukan Allah (dalam memohon do’a)”. Al Ankabut : 65.

2.  Syirik niat, keinginan dan tujuan, yaitu perbuatan yang dilakukan dengan niat atau ditujukan kepada selain Allah.

3.  Syirik ketaatan, yaitu mentaati selain Allah dalam hal maksiyat kepada Allah.

Allah SWT berfirman :

Artinya : “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan juga mereka mempertuhankan Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan”. At Taubah : 3.

4.  Syirik mahabbah (kecintaan), yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan kepadanya.

Allah berfirman :

Artinya : “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah”. Al Baqarah : 165.

Syirik Kecil

Adapun syirik kecil adalah jenis perbuatan syirik yang tidak menjadikan pelakunya kekal di neraka, akan tetapi mengurangi tauhidnya kepada Allah SWT. Perbuatan syirik kecil ini dikhawatirkan menjadi wasilah kepada syirik besar. Syirik kecil ini ada 2 (dua) macam) :

1. Syirik zahir, yaitu syirik kecil yang dalam bentuk ucapan atau perbuatan tertentu yang tidak tergolong bentuk peribadatan, akan tetapi menyamakan atau menandingkan Allah dengan selainnya. Misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur dan syirik”. HR. Tirmidzi dan Al Hakim.

Demikian pula dengan ucapan “atas kehendak Allah dan atas kehendakmu”.

“Bahwa ada seseorang berkata kepada nabi SAW, ‘Atas kehendak Allah dan atas kehendakmu’, maka ketika itu bersabdalah beliau, ‘Apakah engkau menjadikan diriku sebagai sekutu untuk Allah? Ucapkan hanya atas kehendak Allah saja”. HR An Nasai.

Juga ucapan, “kalau bukan karena Allah dan karena si fulan”, yang benar adalah atas kehendak Allah kemudian kehendak si fulan atau kalau bukan karena Allah kemudian karena si fulan. Kata penghubung dan diganti dengan kata penghubung kemudian yang menunjukkan tertib berurut, yang menunjukkan bahwa kehendak hamba mengikuti kehendak Allah, sebagaimana firman Allah SWT :

Artinya : “Dan kamu tidak dapat menghendaki sesuatu kecuali apabila dikehendaki Allah, rabb semesta alam”. At Takwir : 29.

2. Syirik khafi (tersembunyi), yaitu riya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis rasul SAW :

“Yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, ‘wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?, beliau menjawab : yaitu Riya”.

HR Ahmad dan Tabrani.

Demikian dosa syirik dan macamnya, semoga kita diberi taufik dan hidayah serta kekuatan untuk menghindari dosa-dosa tersebut, dan tidak lupa senantiasa kita mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan kita atas perbuatan-perbuatan dosa. Allahummaghfirlii, Amin ya robbal ‘alamin.