|
Tokoh senior Muhammadiyah, Prof. Dr. M. Amien Rais membuat pernyataan yang mengagetkan bagi banyak kaum liberal di Indonesia. Dalam wawancara dengan Majalah Tabligh terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, edisi Maret 2010, Amien Rais secara terbuka mengkritik tokoh-tokoh dan aktivis Muhammadiyah yang sudah secara kebablasan menyebarkan paham Pluralisme dan meninggalkan wacana Tauhid. Untuk lebih jelasnya, kita ikuti sebagian wawancara tersebut. |
|
Baca Selengkapnya...
|
|
Berikut ini adalah Materi lengkap pengajian bulanan Jamaah Haji 2009 Thayiba Tora yang berlangsung Sabtu, 13 Februari 2010di Wisma Thayiba, Jl. Pejaten Barat Raya No. 45E, Jakarta Selatan. Materi pengajian disampaikan oleh Ustadz Ir. Farhat Umar yang juga sebagai Pembimbing Ibadah Jamaah Haji Khusus & Umrah Thayiba Tora.
Cita-cita tertinggi seorang muslim, ialah agar dirinya dicintai Allah, menjadi orang bertakwa yang dapat diperoleh dengan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. diantara tanda-tanda seseorang dicintai Allah, yaitu jika dirinya dicintai oleh orang-orang shalih, diterima oleh hati mereka. Rasulullah Shalallahu 'alaihi was sallam bersabda. |
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Adian Husaini adalah peneliti INSISTS yang aktif menghasilkan tulisan-tulisan ilmiahnya. Bukunya yang berjumlah lebih dari 20 judul telah diterbitkan oleh berbagai penerbit. Makalah-makalah yang lain dapat didownload di website www.insistnet.com. Semoga Bermanfaat. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku setebal 37 halaman ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang sama. Jadi, menurut penganut paham ini, semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang sama. Atau, mereka menyatakan, bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak, sehingga – karena kerelativannya – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini, bahwa agamanya lebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. Bahkan, menurut Charles Kimball, salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya sendiri. Download disini |
|
|
Oleh : H. Farhat Umar, MSc "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka burnt ini tempat hijrah yang luas dan rizqiyang banyak.. " (QS. An-Nisa ' : 100) Setiap kali memasuki bulan Muharram, umat muslim mengingatinya sebagai pergantian tahun baru Islam yang dikenal dengan tahun baru Hijriyyah. Pada bulan Muharam tahun ini kita telah masuki tahun baru 1431 Hijriyyah. Tahun Islam ini pertama kali ditetapkan berdasarkan ijma sahabat di bawah kepemimpinan khalifah Umar ibnul Khattab ra. yang menetapkan kalender Islam pertama kali dengan penetapan awal tanggalnya adalah peristiwa hijrah Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Dengan demikian kalau saat ini kita telah masuki tahun 1431 Hijriyyah, artinya bahwa saat ini sudah berjarak waktu 1430 tahun qomariyah (berdasar orbit bulan) dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. Kalender Islam mengenal 12 bulan dalam satu tahun, yang diawali dengan bulan Muharram, sedang nama-nama bulan berikutnya secara berurutan adalah Safar, Robiyul Awal, Robiyul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhon, Syawal, Dzulqoidah dan Dzulhijjah. Walaupun Khalifah Umar ra. yang menetapkan kalender Hijriyyah, akan tetapi susungguhnya penggunaan tanggal dan bulan-bulan Hijriyyah (qomariyyah) telah ditetapkan sejak masa Rasulullah saw masih hidup, bahkan sejak awal Islam itu ada. Karena dalam syariat yang diturunkan Allah swt kepada Nabi saw telah ditentukan waktu-waktu dengan menggunakan tanggal dan bulan Hijriyyah, seperti puasa Asyura, Ramadhon, 1 Syawal, Rajab, 9 dan 1 0 Dzulhijjah dan sebagainya. |
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|
Wawasan Al-Qur'an oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A. Berbicara tentang Lailat Al-Qadar mengharuskan kita berbicara tentang surat Al-Qadar. Surat Al-Qadar adalah surat ke-97 menurut urutannya dalam Mushaf. Ia ditempatkan sesudah surat Iqra'. Para ulama Al-Quran menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surat Iqra'. Bahkan sebagian di antara mereka menyatakan bahwa surat Al-Qadar turun setelah Nabi Saw. berhijrah ke Madinah. Penempatan urutan surat dalam Al-Quran dilakukan langsung atas perintah Allah Swt., dan dari perurutannya ditemukan keserasian-keserasian yang mengagumkan. Kalau dalam surat Iqra' Nabi Saw. (demikian pula kaum Muslim) diperintahkan untuk membaca, dan yang dibaca itu antara lain adalah Al-Quran, maka wajar jika surat sesudahnya yakni surat Al-Qadar ini berbicara tentang turunnya Al-Quran, dan kemuliaan malam yang terpilih sebagai malam Nuzul Al-Quran.
|
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|

Oleh : H. Farhat Umar, MSc Judul diatas “Saya adalah seorang muslim” merupakan penegasan terhadap identitas diri kita dalam rangka menjawab keraguan orang terhadap keislaman diri kita. Pernahkah kita ragu untuk menunjukkan bahwa diri kita adalah seorang muslim ? atau mungkin paling tidak kita tahu bahwa ada orang yang menutupi identitas kemuslimannya ? Adakah orang yang yang apabila ditanyakan tentang agamanya, ia menjawab :”hal itu tidak penting bagi saya.”. Atau apakah bapak/ibu yakin bahwa orang lain merasa yakin tentang kemusliman Bapak/Ibu ? atau pernahkah kita bergumam : “ Dia itu muslim atau tidak sih ?” Atau pernahkah kita memasuki suatu rumah dan dalam hati kita bertanya :”muslimkah dia ?” Atau pernahkah kita bertanya tentang orang yang kita kenal:”Apakah istrinya muslim ? |
|
Baca Selengkapnya...
|
|
|