Ringkasan Manasik Umrah

Firman Allah :

“ Sempurnakanlah Haji & Umrah untuk Allah” (Qs 2 : 196)

Penyempurnaan amal Haji/Umrah merupakan tuntutan dari Allah SWT sebagaimana perintah-Nya dalam firman-Nya di atas. Pelaksanaan Ibadah Haji atau Umrah yang sempurna adalah : Pelaksanaan amal Haji/Umrah yang mengikuti tata cara Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara Umrah yang telah diteladankan oleh Nabi tersebut terbagi dalam tiga (3) bentuk amal, yaitu Amal Rukun, Amal yang Wajib dan Amal yang Sunnah.

Amal Rukun :

Beberapa amalan Umrah yang menjadi syarat sah atau tidaknya umrah yang dilakukan. Apabila salah satu dari amal Rukun ini ditinggalkan maka Umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam, selain mengulangi pelaksanaan umrah kembali. Amal Rukun Umrah ini ada Lima (5) yaitu : Niat Ihram, Thawaf, Sai, Tahalul dan Tertib.

Amal Wajib :

Amalan yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah Umrah. Bila tertinggal maka diharuskan menggantinya dengan membayar Dam dan Umrahnya menjadi sempurna setelah Dam tersebut terbayarkan. Sebagaimana Hadist Nabi “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah (amalan wajib dalam Haji/Umrah) atau lupa maka dia wajib menyembelih kurban” (H.R Malik)

Adapun amalan yang tergolong Amal wajib Umrah adalah : Niat Ihram dari miqot, memakai pakaian ihram, mematuhi semua larangan ihram.

Amalan Sunnah :

Amalan Umrah yang terpuji apabila dilaksanakan. Amalan ini merupakan pelengkap dan penyempurna bagi pelaksanaan ibadah Umrah; diberi pahala bagi mereka yang mengerjakan tetapi apabila pelaksanaannya tertinggal tidak membatalkan ibadah Umrahnya dan tidak membayar Dam.

Yang termasuk amalan sunnah adalah : mandi ihram (sebelum ihram), memakai wangi-wangian sebelum ihram (bagi laki–laki), melafazdkan niat ihram di miqot sesudah shalat, mengulang bacaan talbiyah, berdo’a saat memasuki kota Mekkah, berdo’a saat masuk Masjidil Haram, berdo’a saat melihat Ka’bah, mencium Hajar Aswad, shalat di Hijir Ismail, minum Air Zam -zam, memperbanyak melaksanakan Thawaf Sunnah.

Untuk mempermudah gambaran pelaksanaan ibadah Umrah berikut ini adalah urutan pelaksanaan amalan Umrah sacara lengkap baik amal rukun, wajib maupun sunnahnya

1. Mandi Ihram (Sunnah)

2. Memakai wangii - wangian (Sunnah)

3. Memakai pakaian ihram (Wajib)

4. Berada atau melewati Miqot (Wajib), tempat – tempat Miqot itu adalah : Al Juhfa, Dzatu Irqin, Dzul Hulaifah (Bir Ali’), Yalamlam, Qarnul Manazil. (Jamaah Umrah yang datang dari arah Medinah Miqotnya di Bir Ali)

5. Niat ihram (Rukun). Saat berada atau melewati miqot.  Adapun lafadz niatnya adalah : Labbaikallahumma umratan.

6.  Mengulang bacaan Talbiyah (Sunnah)

7.  Mematuhi larangan selama ihram (Wajib), yaitu :

  • (1). Tidak berkata cabul, kefasikan atau berdebat
  • (2). Tidak mencabut atau menggunting bulu atau rambut di badan
  • (3). Tidak memotong kuku, mencabut tanaman, berburu binatang
  • (4). Tidak memakai wangi – wangian (termasuk sabun/bedak berfarfum)
  • (5). Tidak memakai sepatu dan menutup kepala bagi laki-laki
  • (6). Tidak memakai kaos tangan bagi wanita
  • (7). Tidak boleh bermesraan suami istri
  • (8). Tidak boleh meminang, dipinang, menikahkan dan dinikahkan

8.  Berdoa saat memasuki kota Suci Mekkah (Sunnah)

9.  Bordoa saat memasuki Masjidil Haram (Sunnah)

10. Berdoa saat melihat Ka’bah (sunnah)

11. Thawaf (Rukun), adapun amalan thawaf adalah :

  • Memulai dengan niat thawaf umrah, diawali  dari Sudut Hajar Aswad dengan mengangkat tangan kanan, menghadap Hajar Aswad mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar  sambil mengecup tangan.
  • Memutari Ka’bah 7 putaran dengan senantiasa berzikir, berdoa dan setiap melewati Rukun Yamani di sunnahkan mengangkat tangan tanpa dikecup. Selama Thawaf disyaratkan dalam keadaan berwudlu.
  • Saat melewati antara sudut Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad di sunnahkan membaca doa Robbana atina fiddun ya hasanah, dst.

  • Mengerjakan sholat 2 rakaat di belakang Maqom Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun di rakaat I dan surat Al-Ikhlas di rakaat II.
  • Menunaikan Do’a di Multazam.

12. Minum Air Zam-zam (Sunnah)

13. Sai (Rukun), pelaksanaanya adalah :

  • Niat Sai Umrah.
  • Memulai dengan mendaki bukit Shafa dan selanjutnya berjalan menuju bukit Marwa dan seterusnya pulang–balik tujuh kali dengan senantiasa berdoa dan berdzikir.
  • Dianjurkan bagi laki-laki untuk berlari-lari kecil saat melewati batas hijau baik pada jalur Shafa – Marwa maupun  jalur Marwa – Shafa.
  • Bersai tidak disyaratkan mempunyai wudlu.

14. Bertahallul (Rukun), yaitu menggunting rambut kepala sebagai tanda selesainya ibadah umrah dan lepasnya dari ihram.

Amalan lain yang dianjurkan untuk dikerjakan :

Selama di Medinah :

1. Sholat berjamaah di Masjid Nabi.

2. Banyak melakukan Sholat Sunnah (Tahajjud, Dhuha, Rawatib dll).

3. Berziarah ke Makam Rasulullah SAW.

4. Berziarah ke Makam Abu Bakar Siddiq, Umar Ibnul Khatab dan  Baqi’

5. Masuk ke Raudhah dan beri’tikaf atau sholat atau berdoa di dalamnya.

6. Mengikuti Sholat Jenazah

Selama di Mekkah :

1. Sholat Jamaah di Masjidil Haram.

2. Thawaf Sunnah.

3. Banyak melakukan Sholat Sunnah (Tahajud, Dhuha dan Rawatib)

4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa .

5. Mengikuti Sholat Jenazah.

 

OLEH : Tim Pembimbing Haji dan  Umrah Thayiba Tora