Oleh : Ir. H. Farhat Umar, MSc.

Ustadz Farhat Umar

Sesungguhnya dalam kehidupan di dunia ini tidak bisa lepas dari ujian, cobaan serta musibah yang menimpa kita. Allah sjvt telah menetapkan sunnatullah ini bagi kehidupan manusia. Allah swt berfirman :

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musiba, mereka mengucapkan, Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. " (QS. 2 : 155-157)

Dalam firmanNya yang lain :

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan :"Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " (QS. 29 : 2-3)

FirmanNya pula:

"Tiap-tiap jiwa akan merasakan mail. Kami akan menguji kamu (manusia) dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. " (QS. 21 : 35)

Dalam firmanNya yang lain :

"Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang sholeh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk agar mereka kembali kepada kebenaran. "(QS. 7 :168)

Dalam firmanNya juga:

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang yang terhadulu sebelum kamu, mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya :"Bila kah datangnya pertolongan Allah ? "; Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". (QS. 2:214).

Berdasarkan penjelasan ayat-ayat Alqur'an, para ulama menjelaskan paling tidak ada 3 kategori musibah yang kemungkinan menimpa manusia termasuk di dalamnya menimpa orang-orang beriman. 3 kategori musibah tersebut adalah : (1) musibah yang bersifat ujian (bala'), (2) musibah yang bersifat rahmat, (3) musibah yang bersifat azab. Adapun penjelasan masing-masingnya sebagai berikut:

1. Musibah yang bersifat Ujian (Bala')

Diantara jenis musibah ada yang dimaksudkan sebagai pemberian ujian bagi manusia termasuk bagi orang-orang beriman untuk menguji mereka atas keinginan dan tekad baik mereka, khususnya atas pengakuan iman mereka kepada Allah swt. Beberapa ayat al'qur'an menjelaskan tentang hal ini, diantaranya :

"Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : "Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. " (QS. 29 : 2-3)

FirmanNya pula:

"Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu (manusia) dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. " (QS. 21 : 35)

Dalam firmanNya juga:

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang yang terhadulu sebelum kamu, mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : "Bila kah datangnya pertolongan Allah ? "; Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". (QS. 2 : 214).

Allah 'Azza waJallajuga berfirman :

Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk jannah, padahal belum nyata bagi Allah mana orang-orang yang berjihad di antara kalian dan mana orang-orang yang sabar. (AH 'Imran : 142)

Dari ayat-ayat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengakuan seseorang terhadap keimanan dan keinginannya untuk meraih surga Allah swt akan uji dengan didatangkan musibah kepadanya yang dengannya mereka diuji apakah bersabar, bersyukur, tetap istiqomah dengan keimanannya atau sebaliknya.

Hal yang penting untuk dipahami adalah bahwa Allah swt tidak akan rnenimpakan musibah ujian tersebut diluar kemampuan hamba yang diujinya. Allah swt maha mengetahui tentang kemampuan hambaNy, dan Dia maha mengetahui beban ujian yang akan ditimpakan kepada hamba tersebut. Dalam hal ini Allah swt berfirman : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. 2 : 286)

Jadi apabila hamba diberikan musibah yang masuk kategori ujian dari Allah swt, maka dipastikan beban musibah tersebut masih dalam batas kemampuan hamba. Hamba tersebut hanya dituntut menjalaninya dengan kelurusan dan keistiqomahan niat dan kesabarannya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musiba, mereka mengucapkan, Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. " (QS. 2 :155-157)

Disebutkan dalam hadist yang shohih bahwa Rasulullah saw bersabda: "Seorang hamba yang ditimpa musibah lain mengucapkan "Inna lillahi wainna ilaihi rojiun, allahumma'jurni fii mushibati wa akhliflii khoiron minha" (sesungguhnya kita berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya, Ya Allah berilah aku ganjaran dalam mushibahku ini> dan berilah ganti kepadaku dengan yang lebih baik darinya.), niscaya Allah akan memberi ganjaran kepadanya dalam mushibahnya dan akan menggantikan dengan yang lebih balk darinya." (HR. Muslim).

Ketahuilah bahwa musibah katsgori pertama inijuga menimpapara Nabi sekalipun.

2. Musibah yang bersifat rahmat

Musibah yang bersifat rahmat adalah musibah yang diberikan Allah swt kepada hambaNya dengan maksud memberikari kebaikan pada hamba tersebut. Berapa banyak kebaikan yang kita rasakan yang harus dilewati melalui kesulitan. Hal ini merupakan sunnatullah kehidupan di muka bumi. Allah swt berfirman :

"Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, dan sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan."

Allah swt pun berfirman :

"Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan, di antaranya ada orang-orang yang sholeh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk agar mereka kembali kepada kebenaran. "(QS. 7:168).

Allah swt pun berfirman :

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zali. " Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. " (QS. 3 : 140-141)

Allah swt berfirman pula untuk menjelaskan musibah kekalahan perang Uhud : "(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasulyang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang Input dari .pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantukyang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaanjahiliyah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?." Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apayang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) he tempat mereka terbunuh." Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. " (QS. 3 : 153-154)

3. Musibah yang bersifat azab

Musibah kategori yang ketiga adalah musibah yang bersifat azab, yaitu musibah yang diberikan Allah swt kepada hambaNya karena kelalaian dan kesalahan hambaNya. Dalam hal ini Allah swt menjelaskan dalam firmanNya, antara lain :

"Dan apa sajayang menimpa kalian, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaqfkan sebagian besar dari kesalahan kalian. " (QS. Asy-Syura: 30)

FirmanNya pula:

"Musibah (Azab) yang demikian itu dalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaNya. " (QS. 3 :182)

"Dan apabila manusia mendapat rahmat, niscaya mereka gembira. Sebaliknya, bila ditimpa musibah disebabkan kesalahan yang mereka perbuat, tiba-tiba mereka itu berputus asa." (QS. 30:36)

"Dan Kami (Allah) tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. " (QS. 11 :101)

Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka sendiri. " (QS. 3:11)

"Telah nampak kerusakan di daratan dan lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalanyang benar. " (QS. 30 : 41)

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeriyang dahulunya aman lagi tentram, rezqi Allah dating kepada mereka secara melimpah ruah dari segenap penjuru. Akan tetapi kemudian penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Alah. Karena itu, Allah
merasakan kepada mereka pakaian (musibah) kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. " (QS. 16 : 112)  

Ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan tentang adanya musibah yang ditimpakan Allah swt kepada hamba-hambaNya yang berbuat kesalahan dan dosa. Musibah kategori ini tentu akan merugikan dan menyengsarakan hamba. Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi hamba untuk senantiasa berupaya menghindarkan diri dari musibah jenis ketiga ini.

Dari Ketiga bentuk musibah tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk dua kategori musibah yang pertama dan kedua adalah suatu kemestian akan selalu menimpa manusia termasuk hamba-hamba Allah yang beriman, bahkan Nabi sekalipun. Peristiwa kekalahan perang Uhud yang menyedihkan Nabi saw dan para sahabatnya, peristiwa perceraian Zaid dan Zainab, Ujian yang menimpa nabi Ibrahim AS, Nabi Isa As, Nabi Zakaria, nabi Yahya, dan nabi Ya'kub serta nabi-nabi lainnya merupakan contoh bagi musibah kategori ini.

Adapun musibah kategori ketiga, yakni yang bersifat azab adalah musibah yang terjadi seperti pada kaum nabi Nuh, Nabi Luth dan kaum nabi-nabi yang lain, yang semuanya terjadi sebagai azab Allah swt atas kesalahan dan dosa yang mereka perbuat. Musibah semacanm ini juga akan menimpa kepada siapapun dari hamba Allah swt yang melakukan kesalahan dan dosa. Kalau pada 2 kategori musibah pertama dan kedua hamba tidak dapat menghindarinya, maka untuk jenis musibah kategori ketiga hamba dapat berupaya untuk menghindarinya. Oleh karena itu hendaknya kita berusaha melakukan sesuatu untuk menghindan terjadinya musibah jenis ketiga ini.

Bebarapa amal perbuatan yang diajarkan oleh Al-Qur'an dan Hadits Nabi saw untuk menghindarkan diri kita dari musibah kategori ketiga ini akan dibahas pada pertemuan berikutnya. (FU)

(Materi Kajian ini disampaikan pada Pengajian Rutin Alumni Jamaah Haji Thayiba 2011 pada Minggu, 01 Maret 2012 di Wisma Thayiba Pejaten).

Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support